Friday, August 28, 2015

Identifikasi zat pengawet dengan berbagai pereaksi



Identifikasi zat pengawet dengan berbagai pereaksi
1. Pemeriksaan nitrit
a. Test dengan HCL encer
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan HCl encer. Amati warna yang terjadi (13).

b. Test dengan Fe2SO4
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan Fe2SO4 yang diasamkan dengan asam asetat encer atau asam sulfat encer. Amati warna yang terjadi (8, 13).
c. Test dengan BaCL2
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan BaCl2. Amati endapan yang terbentuk (13).
d. Test dengan AgNO3
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan AgNO3. Amati endapan yang terbentuk (13).
 e. Test dengan KI
2 Tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan KI yang diteruskan mengasamkannya dengan asam asetat atau asam sulfat encer. Amati warna yang terbentuk dengan menggunakan pasta kanji (8, 13).
f. Test dengan KMnO4
2 Tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan KMnO4 yang diasamkan dengan asam asetat atau asam sulfat encer. Amati warna yang terjadi (13).
g. Test dengan NH4CL
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan larutan NH4Cl secara berlebihan. Amati warna yang terbentuk (13).



2. Pemeriksaan Nitrat
a. Test dengan H2SO4 Pekat
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan H2SO4 pekat. Amati reaksi yang terjadi (13).
 b. Test dengan Fe2SO4 dan H2SO4 Pekat
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan Fe2SO4 lalu tambahkan 3-5 tetes larutan H2SO4 pekat dengan perlahan-lahan sepanjang sisi tabung uji. Amati reaksi yang terjadi (8, 13).
c. Test dengan pereaksi Difenilamina
2 tetes larutan sampel direaksikan dengan 2 tetes larutan Difenilamina, lalu tambahkan 2 tetes H2SO4 pekat. Amati reaksi yang terjadi (8, 13).
d. Test dengan H2SO4 Pekat dan Toluol
2 tetes larutan sample dipanaskan dengan H2SO4 pekat dan toluol. Lapisan atas dari larutan dihisap dengan gulungan panjang kertas saring, lalu dibuang dan amati bau dari larutan (8).

No comments:

Post a Comment