Monday, September 14, 2015

KUINON



KUINON
1.Pendahuluan
Quinon merupakan senyawa  yang mengandung oksigen yang khususnya berasal dari turunan Homolog aromatic teroksidasi dan dikarakterisasi dengan adanya bentuk 1,4-diketo-sikloheksa-2,5-dien ( para-quinon ) atau mungkin dalam bentuk 1,2-diketo-sikloheksa-3,5-dien ( ortho-quinon ). Secara alamiah quinon terbentuk melalui ; dione yang tekonjugasi menjadi inti aromatic ( benzoquinon ), terkonjugasi menjadi sebuah sistem aromatik polisiklik terkondensasi,: naftalen ( naftoquinon ), antracen ( antraquinon ), 1,2- benzantren ( antrasiklinon ), naftodiantren ( naftodianthron ), perylen, fenantren dan lain-lain.
Karena quinon diperoleh dari oksidasi fenol, timbul sebuah pendapat untuk memasukkan pola quinon dalam kelas yang berbeda dari metabolit sekunder. Kemudian beberpa jenis flavanoid quinon ditemukan ( dari oksidasi cincin B ), dan diikuti dengan penemuan sejumlah quinon yang mempunyai rangka terpenoid. Pada penemuan terakhir didapat quinon diterpenoid dengan rangka abietan, yang merupakan karakteristik Lamiaceae. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, bentuk quinon mungkin dikombinasikan dengan sebuah nitrogen heterosiklik ( carbazolequinon )
Benzoquinon dan naftoquinon dengan rantai poliisopren yang panjang, lipoquinon atau bioquinon ; tidak dapat ditemukan disini. Sebagai tambahan, ubiquinon ( secara umum ), plastoquinon, dan tokoferil-quinon ( pada tumbuhan tingkat tinggi dan alga ) termasuk pembawa electron pada respirasi sel dan fotosintesis, dan dengan demikian tidak dianggap sebagai metabolit sekunder. Ada beberapa pemanfaatan phyllo dan menaquinon ( Vitamin K )
2. DISTRIBUSI QUINON
Lebih dari 1200 quinon telah diterangkan, terutama dari kingdom tumbuh-tumbuhan; pada angiospermae, Gymnospermae, Fungi, Lumut,  dan sangat jarang pada Filices. Kelompok ini jarang  ditemukan pada kingdom hewan, khussunya pada echinodermata dan Arthopoda.
Benzoquinon sederhana merupakan karakteristik dari Arthopoda dan agak jarang pada tumbuhan tingkat tinggi, dimana mereka tampaknya spesifik pada familiy tertentu : Myrsinaceae, Primulaceae, dan Boraginacea. Yang paling banyak tersebar adalah 2,6-dimetoksi-1,4-benzoquinon yang mungkin merupakan produk degradasi dari lignin.
Distribusi naftoquinon terbatas pada Fungi dan tersebar luas pada Angiospermae. Dan naftaquinon juga terdapat dalm bebrapa family dalam jumlah terbatas : Bignoniaceae, Ebebaceae, Droseraceae, Juglandaceae, Plumbaginaceae, Boraginaceae, Lythraceae, Proteaceae, Verbenaceae dan laninnya.
Anthraquinon tersebar secara luas : Fungi, Lumut, dan sedikit Spermatophyta. Mereka ditemukan melimpah pada sekelompok anggota Family Angiospermae : Rubiacea, Fbaceae, Ploygonaceae, Rhamnaceae, Liliaceae, Schophulariaceae, dan lainnya, dan sering ditemukan dalm bnetuk glikosida.
3. BIOSINTESIS
Biosntesis quinon dikarakterisasi pada berbagai jalur metabolik yang terjadi pada berbagai organisme untuk memperjelas jumlah beberapa prekursor mereka yang terbatas: asetat dan malonat, mevalonat, dan fenilalanin.
Jalur Polyketida
Pada beberapa kasus, struktur quinon ditunjukkan dari biosintesanya yang melalui siklisasi dari sebuah poli-β-ketoester : yang dapat berupa chrysophanol dan secara umum membentuk 1,8-dihidroksianthraquinon;  dapat juga dapat merupakan aleosaponarin I dan senyawa yang berhubungan lainnya. Beberapa naftaquinon ( contohnya pada plumbiginaceae )mempunyai ciri tertentu.
Jalur Mevalonat dan Asam Chorismat
Jalur lain yang banyak terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu melalui sam o-suksinilbenzoat (=OSB=  asam 4-(2’-carboksifenil)-4-oxobutanoat).asam ini dicapai melalui reaksi asam chorismat dengan asam α-ketoglutarat yang mebentuk thiamin pirofosfat. Kemudian ini diasilasi oleh koenzim A dan mengalami siklisasi menjadi  asam 1,4-dihidroksi-2- naftaoat (=DHNA), yang merupakan prekursor awal dari naftoqinon. Pada kassu lain, khusunya pada Rubiaceae, jalur ini juga dapat menghasilkan anthraquinon : dengan Isoprenilasi pada posisi 3-DHNA oleh dimetiallil pirofosfat (=DMAPP), siklisasi, dan aromatisasi. Pada famili lain DMAPP mengalmi alkilasi pada C-2.
Jalur Asam 4-hydoksibenzoat
Jalur Asam p-hydoksibenzoat terjadi pada Boraginaceae membnetuk naftoquinon berupa shikonin dan isomernya alkannin. Asam 4-hydoksibenzoat dicapai melalui metabolisme fenilalanin, yang bertindak sebagai penerima alkilasi oleh molekul genayl pirofosfat (=GPP).

4.KHASIAT, EKSTRAKSI, PEMISAHAN DAN KARAKTERISASI
Dasar khasiat/efek dari quinon adalah sifatnya yang dapat membentuk hydroquinon ( yang membuat mereka berperan sebagi reagent oksidasi ) dan kecenderungannya untuk menambah nukleofilik.
Quinon bebas praktis ridak larut dalam air, dan dapat diekstraksi dengan pelarut oraganik umum, dsan pemisahannya dilakukan dnegan teknik kromatografi umum. Benzoquinon dan naftoquinon dapat dilakuakn dengan distilasi uap. Mereka cukup stabil terhadap panas, tetapi masih ada kemungkinan pembentukan artefak, contohnya oksidasi oleh silika gel pada 7-metiljuglone memnetuk metilnaftarizin dan dimernya, atau metoksilasi naftoqunon oleh metanol.
Ekstraksi glikosida daapt dialkukan dengan air atau larutan hydroalkohol. Penemuan bentuk tereduksi ( quinol, anthron ) sangat sulit dilakukan: harus dilakukan pada temperatur rewndah, jauh dari cahaya dan di bawah nitrogen untuk mencegah oksidasinya secara spontan selama proses ekstraksi.
Berbagai reaksi warna dapat digunakan untuk karakterisasi quinon. Yang paling utama adalah reaksi Brontager’s, yang dilakukan dengan cara melarutkan quinon dalm medium larutan alkali: larutan menampakkan warna dalam range tertentu, tergantung pada struktur dan subsituen dari quinon itu sendiri,  dari orange-merah menjadi keunguan-violet. Reaksi ini juga dapat dilakuakn pada plat KLT. Pada kasus yang spesifik dari 1,8-dihidroksianthraquinon denagn magnesium asetat sering terjadi membentuk waran yang mantap.
Kuantitasi quinon dapat dilakukan dengan spektrofotometri, dan berdasarkan reaksi warna diatas. Sekarang ini qualiti kontrol dari obat ini dalam perdagangan dilakukan dengan HPLC ( pada fasa Normal, kondisi isokratik, dan deteksi UV).

No comments:

Post a Comment