Friday, May 15, 2015

praktikum kardiovaskular



LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KARDIOVASKULAR
A.TUJUAN
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa :
1.      Mengenal bentuk anatomi sistem kardiovaskular
2.      Mengetahui pengukuran tekanan darah dengan berbagai metode
3.      Mampu melakukan pengukuran denyut nadi pada manusia
4.      Mampu mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan denyut nadi 


Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah,yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
            Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
  1. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi).
  2. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.

            Komponen sistem kardiovaskular:
1.            Jantung

Jantung (bahasa latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Bagian-bagian dari jantung:
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung.

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.

Bunyi jantung

Siklus jantung menghasilkan bunyi jantung. Tiap denyut jantung menghasilkan dua bunyi “lubdub” . Bunyi pertama dan terlama terjai akibat penutupan katup AV oleh sistol ventrikel .Bunyi kedua disebabkan oleh penutupan katup semilunaris aorta dan pulmonalis. Jika ada katup yang tidak menutup sempurna akan terdengan bunyi tambahan yang disebut bising jantung.
   2. Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Tekanan Darah
Tekanan darah adalah kekuatan darah untuk melawan dinding pembuluh darah. Semakin jauh darah mengalir dai jantung, tekanannya makin rendah.
Sistol normal berkisar antara 90-135 mmHg dan Diastol normal antara 60-85 mmHg
3.      Pembuluh Darah (Arteri,Vena dan Kapiler)
a.       Arteri
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
b.      Vena
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah.Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.
c.       Kapiler
Kapiler terdapat pada paru-paru jaringan tubuh.Kapiler berfungsi sebagai pertukaran gas dengan O2 dan CO2. 
 
FFAKFAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI DENYUT NADI
Frekuensi denyut nadi manusia bervariasi, tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu :
A.    Usia
Frekuensi nadi secara bertahap akan menetap memenuhi kebutuhan oksigenselama pertumbuhan. Pada orang dewasa efek fisiologi usia dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler. Pada usia yang lebih tua lagi dari usia dewasa penentuan nadi kurang dapat dipercaya
Frekuensi denyut nadi pada berbagai usia, dengan usia antara bayi sampaidengan usia dewasa. Denyut nadi paling tinggi ada pada bayi kemudian frekuensi denyut nadi menurun seiring dengan pertambahan usia.

No.
Usia
Frekuensi Nadi (denyut / menit)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
< 1 bulan
< 1 tahun
2 tahun
6 tahun
10 tahun
14 tahun
> 14 tahun
90 – 170
80 – 160
80 – 120
75 – 115
70 – 110
65 – 100
60 – 100

B.     

 Jenis Kelamin
Denyut nadi yang tepat dicapai pada kerja maksimum pada wanita lebih tinggi dari pada pria. Pada laki-laki muda dengan kerja 50% maksimal rata-rata nadi kerja mencapai 128 denyut per menit, pada wanita 138 denyut per menit. Pada kerja maksimal pria rata-rata nadi kerja mencapai 154 denyut per menit dan pada wanita 164 denyut per menit.
C.      Ukuran Tubuh
Ukuran tubuh yang penting adalah berat badan untuk ukuran tubuh seseorangyaitu dengan menghitung IMT (Indeks Masa Tubuh) dengan Rumus :
BB(Kg)IMT=TB(m) X TB(m)
Keterangan :
IMT = Indek Masa Tubuh
BB = Berat Badan
TB = Tinggi Badan.
D.      Kehamilan
Frekuensi jantung meningkat secara progresif selama masa kehamilan dan mencapai maksimal sampai masa aterm yang frekuensinya berkisar 20% diatas keadaan sebesar hamil.
E.       Keadaan Kesehatan
Pada orang yang tidak sehat dapat terjadi perubahan irama atau frekuensi jantung secara tidak teratur. Kondisi seseorang yang baru sembuh dari sakit maka frekuensi jantungnya cenderung meningkat.
F.       Riwayat Kesehatan
Riwayat seseorang berpenyakit jantung, hipertensi, atau hipotensi akan mempengaruhi kerja jantung. Demikian juga pada penderita anemia (kurang darah) akan mengalami peningkatan kebutuhan oksigen sehingga Cardiac output meningkat yang mengakibatkan peningkatan denyut nadi.
G.     Rokok dan Kafein
Rokok dan kafein juga dapat meningkatkan denyut nadi. Pada suatu studi yang merokok sebelum bekerja denyut nadinya meningkat 10 sampai 20 denyut permenit dibanding dengan orang yang dalam bekerja tidak didahului merokok. Pada kafein secara statistik tidak ada perubahan yang signifikan pada variable metabolic kardiovaskuler kerja maksimal dan sub maksimal.
H.    Intensitas dan Lama Kerja
Berat atau ringannya intensitas kerja berpengaruh terhadap denyut nadi. Lama kerja, waktu istirahat, dan irama kerja yang sesuai dengan kapasitas optimal manusia akan ikut mempengaruhi frekuensi nadi sehingga tidak melampaui batas maksimal. Batas kesanggupan kerja sudah tercapai bila bilangan nadi kerja (rata-rata24nadi selama kerja) mencapai angka 30 denyut per menit dan di atas bilangan nadi istirahat. Sedang nadi kerja tersebut tidak terus menerus menanjak dan sehabis kerja pulih kembali pada nadi istirahat sesudah ± 15 menit.
I.       Sikap Kerja
Posisi atau sikap kerja juga mempengaruhi tekanan darah. Posisi berdiri mengakibatkan ketegangan sirkulasi lebih besar dibandingkan dengan posisi kerja duduk.
J.       Faktor Fisik 
Kebisingan merupakan suatu tekanan yang merusak pendengaran. Selama itu dapat meningkatkan denyut nadi, dan mempengaruhi parameter fisiologis yang lain yang dapat menurunkan kemampuan dalam kerja fisik. Penerangan yang buruk menimbulkan ketegangan mata, hal ini mengakibatkan kelelahan mata yang berakibat pada kelelahan mental dan dapat memperberat beban kerja.
K.    Kondisi Psikis
Kondisi psikis dapat mempengaruhi frekuensi jantung. Kemarahan dan kegembiraan dapat mempercepat frekuensi nadi seseorang. Ketakutan, kecemasan, dankesedihan juga dapat memperlambat frekuensi nadi seseorang.
III.           FREKUENSI DENYUT NADI
Kecepatan normal denyut nadi (Jumlah debaran setiap menit):
Pada bayi baru lahir
140
Selama tahun pertama
120
Selama tahun kedua
110
Pada umur 5 tahun
96-100
Pada umur 10 tahun
80-90
Pada orang dewasa
60-80

Kecepatan denyut nadi pada saat tidur (Jumlah debaran setiap menit):
Bayi baru lahir
100 – 180
Usia 1 minggu – 3 bulan
100 – 220
Usia 3 bulan – 2 tahun
80 – 150
Usia 10 –21 tahun
60 – 90
Usia lebih dari 21 tahun
69 – 100

C.ALAT
1.      Stop watch/jam
2.      Tensi meter
3.      Tetoskop 

D.PROSEDUR
1.Pengukuran denyut nadi
1.      OP duduk dengan tenang,sandarkan  lengan pada meja
2.      Rasakan denyutan yang terjadi pada arteri radialis di pergelangan tangan dengan menggunakan  jari telunjuk dan jari tengah selama satu menit.
3.      OP melakukan aktivitas sedang dengan berlari ditempat selama 3 menit.
4.      Ukur kembali denyut nadi setelah melakukan aktivitas.

2.Pengukuran Tekanan Dara Cara Palpasi(Perabaan)
1.      OP duduk dengan tenang,sandarkan  lengan pada meja
2.      Pasangkan manset pada lengan atas,jangan terlalu kencang atau terlalu kendur.
3.      Tutup sekrup pentil pada bola karet yang dipegang dengan tangan kanan.
4.      Rabalah nadi pada pergelangan tangan yang akan diukur tekanannya
5.      Berangsur-angsur kembangkan manset dan perhatikan tekanan pada saat denyut nadi menghilang.naikkan tekanan 10 mm lagi diatas tekanan nadi
6.      Turunkan tekanan berangsur-angsur dengan cara perlahan-lahan . Tekanan manometer pada saat munculnya kembali denyut nadi untuk pertama kali adalah tekanan sistolik yang diukur.

1.      Pengukuran Tekanan Dara Cara auskultasi
1.       OP duduk dengan tenang,sandarkan  lengan pada meja
2.            Pasangkan manset pada lengan atas,jangan terlalu kencang atau terlalu kendur.
3.            Letakkan stetoskop diatas arteri brancialis
4.            Tutup  sekrup pentil pada bola karet yang di pegang dengan tangan kanan
5.      Berangsur-angsur kembangkan manset hingga aliran arteri radialis terhambat,turunkan tekanan secara perlahan-lahan
5.            Catat tekanan dimana bunyi terdengar untuk pertama kalinya.Hal ini merupakan tekanan sistolik
6.            Turunkan terus tekanan dalam ban sampai pada suatu bunyi tidak terdengar lagi.tekanan yang terbaca pada saat bunyi hilang ini adalah tekanan diastolik
7.            ulangi pengukuran di atas dengan posisi berbaring ,berdiri,dan setelah beraktivitas 1 menit.

HASIL PENGAMATAN
a.Pengukurandenyut Nadi
NO
Nama OP
Jumlah denyut nadi/menit
Istirahat
Setelah aktivitas
1
Resi Julisna
78
93
2
Rahmi Fitri Yani
62
97
3
Sri Nurzalia
69
94
4
Tika Sari
66
91
5
Yogi Adiyatma
67
90

b.Pengukuran Tekanan darah cara palpasi (perabaan)
NO
Nama OP
Tekanan Darah Sistol
1
Resi Julisna
100
2
Rahmi Fitri Yani
90
3
Yogi Adiyatma
110
4
Sri Nurzalia
90
5
Tika Sari
90

c.Pengukuran Tekanan darah cara auskultasi
NO
Nama OP
Tekanan Darah
Duduk
Berbaring
Berdiri
Beraktivitas
1
Rahmi Fitri Yani
-
90/60
-
-
2
Yogi Adiyatma
-
100/60
-
-
3
Resi Julisna
-
-
-
-
4
Sri Nurzalia
-
-
-
-
5
Tika Sari
-
-
-
-

Pada Praktikum kali ini,pertama kami mecoba untuk mengukur denyut nadi selama satu menit, pengukuran pertama di lakukan ketika OP duduk dengan tenang.kemudian cari ddenyut nadi pada pergelangan tangan ,dan hitung jumalah denyut nadi selama satu menit.setelah denyut nadi sudah di hitung selama satu menit maka kami memperoleh hasil dari masing-masing OP berbeda-beda. RESI memiliki jumlah denyut nadi selama satu menit sebanyak 78 pemeriksan pertam di lakukan ketika OP belum melakukan aktivitas-aktivitasnya. RAHMI memperoleh hasil sebanyak 62. SRI NURZALIA sebanyak 69 jumlah denyutnya,TIKA denyut nadi sebanyak 66 kemudian yogi memperoleh hasil 67. kemudian OP di suruh untuk beraktivias yakni lari di tempat selama 3 menit, kemudian hitung kembali jumlah denyut nadi selama 1 menit ,hasilnya denyud nadi RESI naik dari 78 menjadi 93,denyut nadi RAHMI mengalami kenaikan setelah berktivitas yakni dari 62 menjadi 97,denyut nadi SRI NURZALIA mengalami kenaikan dari 69 menjadi 94,setelah beraktivitas denyut nadi TIKA juna naik dari 66 menjadi 91,dan denyut nadi YOGI juga mengalami kenaikan dari 67 menjadi 90 dalam satu menit,dari hasil pengukuran denyut nadi dapat di lihat bahwa aktivitas mempengaruhi jumlah denyut nadi manusia setiap menitnya,jika aktivitas yang di lakukan banyak membutuhkan tenaga maka denyut nadi akan lebih banyak,dari hasil pengukuran jumlah denyut nadi ,yang paling banyak setelah beraktivitas adalah RAHMI,SRINURZALIA,RESI,TIKA DAN YOGI, adanya perbedaan jumlah denyut nadi ini,di karenakan aktivitasnya yang berbeda ,ada yang lari di tempat dengan bersungguh-sungguh ada yang hanya sedikit,dan juga dapat di lihat bahwa jenis kelamin mempengaruhi jumlah denyut nadi,dapat di lihat pada OP yaitu YOGI memiliki denyut nadi yang jumlahnya sedikit setelah beraktivitas,sesuai dengan teori bahwa laki-laki memiliki jumlah denyut nadi yang sedikit dari pada perempuan.
Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah denyut nadi pada laki-laki dan perempuan per menitnya,seperti sifat fisik,ukuran tubuh ,usia dan lain-lain
Selanjutnya adalah percobaan Pengukuran tekanan darah secara palpasi atau perabaan.
Cara palpasi ini hanya dapat mengukur tekanan sistolnya saja,sebab tekanan diastol sangat kecil,sehingga tidak terasa jika hanya di rasakan dengan tangan, bagian denyut nadi yang dihitung tekanan darahnya dengan metode palpasi adalah bagian pergelangan tangan , pada arteri radialis,kemudian ukur tekanan darah dengan metode palpasi kepada 5 OP secara bergantian ,maka hasil yang diperoleh adalah Tekanan darah sistol RESI adalah 100, tekanan darah sistol RAHMI 90,tekanan darah sitol YOGI 110,tekanan darah sistol SRI NURZALIA 90,dan tekanan darah sitol TIKA adalah 90, adanya perbedaan angka pada pengukuran tekanan darah secara palpasi ini dapat dikarenakan oleh keadaan fisik ,seperti kelelahan karena telah beraktifitas dari pagi,ketelitian dalam mengukur tekanan darah,sikap kerja jika sikap kita dalam posisi berdiri maka tekanan darah akan lebih tinggi dari pada posisi duduk sebab ketegangan sirkulasi lebih besar ketika berdiri.hal ini dapat dilihat pada tekanan darah YOGI ,karena pengukuran tekanan darah yogi dilakukan ketika YOGI dalam kondisi berdiri,sedangkan yang lainnya dalam kondisi duduk tenang di kursi.tekanan darah dapat di pengaruhi oleh sikap kerja berdiri atau duduk dan kondisi fisik OP ,jika kecapean maka tekanan darah juga akan berkurang,tetapi semua hasil pengukuran menuntukkan hasil sistol yang tidak sesuai,karena tekanan darah sistol normalnya adalah 100-120,dalam tabel hasil pengamatan pengukuran tekanan darah cara palpasi,seluruh hasil menunjukkan angka-angka yang rendah rata-rata memiliki tekanan darah 90,hal ini juga dpat terjadi karena yang memeriksa belum terlalu paham akan cara-cara pengukuran yang tepat,
Percobaan yang ke 3 adalah pengukuran tekanan darah dngan cara auskultasi,dimana percobaan ini menggunakan alah pendengaran detang jantung dengan stetoskop ,pengukurannya di lakukan pada arteri brankialis di antara lepitan tangan dengan lengan,pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran tekanan darah sistol dan diastol,pengukuran drah sistol yakni mengukur detak pertama pada arteri brankialis,dan tekanan darah diasol adalah pengukuran detak jantung yang paling kecil bunyinya hingga detak jantung tidak terdengar lagi,tekanan darah normal untuk sistol adalah 100-120, dan tekanan darah normal untuk diastol adalah 60-80.
Pada percobaan yang kami lakukan hanya menggunakan du OP dengan posisi berbaring sebab jumlah alat yang terbatas mengakibatkan waktu yang di gunakan tidak cukup,tetapi hasil dari percobaan yang ke 3,pada OP RAHMI tekanan darah saat berbaring 90/60 artinya tekanan darah sistol 90 dan tekanan darah diastol 60,dapat di katakan bahwa tekanan darah ramni sistol nya rendah,sma dengan pengukuran pada saat duduk pada percobaan ke 2 pada saat duduk dengan tenang tekanan darah sistol juga 90.Tekanan darah diastol RAHMI yakni 60 ,dapat di katakan bahwa tekanan darah diastol RAHMI normal,sebab di katakan normal jika tekanan darah diastolnya 60-80.
Pengukuran tekanan darah YOGI yakni 100/60 ,dapatdi ketahui bahwa tekanan darah yogi saat berbaring normal karena tekanan darah sistol 100 dan diastolnya 60.tekanan darah sistol YOGI berbeda saat berbaring dan Berdiri ,Saat berdirih tekanan darah sistol YOGI lebih tinggi yakni 110 ,dapat di lihat bahwa posisi OP saat berdiri dan berbaring berbeda,saat berdiri tekanan darah rebih besar sebab Frekuensi sirkulasi darah lebih besar pula,sedangkan pada saat berbaring tekanan darah YOGI berkuran menjadi 100.dapat di lihat bahwa posisi mempengaruhi tekanan darah OP.

KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang telah di lakukan,mulai dari jumlah denyut nadi dalam satu menit maupun pengukuran tekanan darah cara palpasi dan cara auskultasi bnyak di pengaruhi oleh beberapa faktor-faktor seperti:
1.      denyut nadi
2.      aktivitas
3.      jenis kelamin
4.      sikap kerja
5.      kondisi fisik dan lain-lain


SARAN
Perlu kita ingat bahwa pengukuran tekanan darah dengan menggunakan alat tensi meter,tidak boleh di lakukan berulang kali sebab akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah.


 DAFTAR PUSTAKA
nursholehfapetunja .2013.laporan anatomi dan fisiologi.from.http://nursholehfapetunja.blogspot.com/2013/12/laporan-anatomi-dan-fisiologi.html
Di akses tanggal 01 Mei 2015 Pukul 13.54 Wib
biofarmasiumi .2010.sistem jantung dan pembuluh darah.from.https://biofarmasiumi.wordpress.com/2010/10/29/sistem-jantung-dan-pembuluh-darah/
Di akses tanggal 01 Mei 2015 Pukul 14.21 Wib
Di akses tanggal 01 Mei 2015 Pukul 14.25 Wib

1 comment: