Saturday, September 12, 2015

zat aditif pewarna



ZAT WARNA
à zat yang diberikan ke dalam bahan makanan untuk meningkatkan daya tarik secara visual dan terlihat lebih menarik sehingga meningkatkan mutu.

Asal zat warna :
1.      Dari alam
Ex : klorofil dari daun pandan
2.      Dari bahan sintetis
Ex : Tartrazin (kuning)
            Keuntungan sintetis : 
            -    Lebih murah
-          Lebih pekat warnanya
-          Lebih stabil
Zat warna dari bahan sintetis dibagi lagi menjadi 2 golongan, yaitu :
1.      Zat warna asam
-          Apabila warna yang terjadi karena adanya ion yang bermuatan (-)
-          Ukuran partikel lebih kecil dari partikel zat warna basa
-          Lebih mudah larut dalam etanol
            Ex : Amaranth (merah) F, D & C Red no.1
2.      Zat warna basa
-          warna yang terjadi karena adanya ion yang bermuatan (+)
-          tidak tahan terhadap sinar matahari
-          lebih mudah larut dalam air panas dan etanol
            Ex : Akriflavin (kuning)
                    Hijau Brilliant

Zat warna yang banyak di pasaran
-          Pancean Sx (merah)
-          Amaranth
-          Tartrazin (kuning)
-          Rodamin (merah) à tetapi sekarang tidak boleh beredar

Tujuan penggunaan zat warna
1.      memperoleh hasil yang lebih menarik
2.      Bisa digunakan sebagai obat
            Ex : Permanganat Kalsikus sebagai antiseptic
3.      Untuk mengetahui homogenitas dalam peracikan obat dan bahan makanan atau minuman.
4.      dalam bidang kosmetik : - untuk memperoleh sediaan yang baik
                                                - untuk menutupi noda pada wajah dan kulit
5. untuk memudahkan pembedaan pemakaian obat berdasarkan warnanya
            Ex : CTM (kuning)
                    Vitamin C (kuning)
                     Prednison (hijau)
5.      untuk memberi pengaruh fisiologis kepada si pemakai
            Ex : Merah memberikan suasana menggairahkan
                        Kuning menyenangkan ceria à untuk anak2

Syarat-syarat zat warna yang digunakan sebagai makanan
1.      memiliki nilai toksik yang rendah
2.      stabil secara fisika dan kimia dalam pemakaiannya
3.      cemerlang / warnanya menarik
4.      harus aman
5.      harus stabil
6.      tidak menimbulkan bahaya pada kesehatan manusia

Kenapa bahan makanan tsb berwarna
1.      Karena adanya pigmen dalam tanaman
2.      Karena adanya reaksi rhayland
            Yaitu  ; reaksi antara gugus amin dari protein dengan gugus gula pereduksi
            Terdapat dalam 1 bahan makanan ex : susu
3.      Karena adanya reaksi Karamelisasi
-          gula yang dipanaskan
-          gula yang dipanggang
4.      Adanya senyawa kimia yang bereaksi dengan O2 di udara.
5.      Penambahan zat warna sintetis

UU penggunaan zat warna (diluar negeri)
FDA membagi zat warna atas 3 bagian
1.      F, D & C color à yang hanya boleh untuk makanan, obat-obatan, dan kosmetik
2.      D & C color à Hanya boleh untuk obat dan kosmetik
3.      EXT D & C à Hanya boleh untuk obat dan kosmetik pemakaian luar
Ex : F, D & C red no 2 à Amaranth
        F, D & C yellow no 5 à Tartrazin

Zat warna yang telah lulus disertifikasi
1.      Dye
            à Suatu zat warna yang dapat larut dalam air dan larutannya dapat mewarnai selain air dapat digunakan alcohol, PEG, Gliserol
Biasanya untuk produk yang menggunakan air
Penggolongannya :
- Golongan Azo Dye (-N=N-)            : Amaranth, Tartrazin, Pancea Sx
- Trifenil metandye                             : Brilliant Blue (F, D & C Blue no.1)
- Sulfonated indigo                             : indigo carmine (F, D & C no.2)
- Fluorescein                                        : F, D & C red no 3 (eritrosin)

2.      Lack
            à Zat warna yang tidak larut dalam air dan hamper tidak larut juga pada semua pelarut
Merupakan gabungan dari Dye dan radikal basa, yang dilapisi dengan Aluminium Hidrat
Biasanya dipakai untuk produk2 yang tidak larut dalam air ( produk yang mengandung lemak dan minyak).

Zat warna yang tidak disertifikasi
1.      Zat warna alam
            Ex : - klorofil dari daun pandan
-          curcumin pada kunyit
-          karoten pada wortel
-          antosianin pada bunga

No comments:

Post a Comment