Wednesday, July 29, 2015

TEB ASTRINGENSIA KLINIK



Uji Aktivitas Astringensia secara Klinik
Sensasi sepat dan baal yang dirasakan pada mulut setelah berkumur-kumur dengan larutan uji dibandingkan terhadap larutan tanin 1% b/v merupakan kekuatan efek astringensia dari zat uji.

Bahan dan Alat
Bahan : Larutan tanin 1% b/v, air suling dan larutan uji
Alat : Labu ukur 100 ml, gelas piala, gelas ukur, batang pengaduk dan tissue

Prosedur Percobaan
1. Larutan tanin disediakan dengan konsentrasi 1% b/v, sedangkan larutan uji disediaakan dengan berbagai konsentrasi.
2.  Mulut dibersihkan dari zat lain, kemudian berkumur-kumur dengan air suling.
3. Dilakukan kumur-kumur dengan larutan tanin 1% b/v, kepada sukarelawan lainnya diberikan untuk dikumur larutan uji yang konsentrasinya telah tertentu.
Larutan tanin maupun larutan uji diberikan dalam jumlah yang sama dengan waktu berkumur yang sama pula.
Sensasi yang dirasakan setelah berkumur dengan larutan uji dicatat dan dibandingkan dengan larutan tanin 1% b/v menggunakan nilai skor kualitatif yang menunjukkan derajat kesepatan yang dirasakan.

0 = tidak sepat
1 = sedikit sepat
2 = sepat
4 = sangat sepat / pati rasa
Derajat kesepatan larutan uji terhadap larutan tanin dapat dinyatakan sebagai Indek  Kesepatan (IK) :

IK = % N0(IU) + % N1(IU) + % N2(IU) + % N3(IU) + ………….+ % Nn(IU)
        % N0(IT)  + % N1(IT)  + % N2(IT) + % N3(IT) + ………….+ % Nn(IT)


IK           = Indek Kesepatan, menyatakan daya astringen senyawa uji
N (IU)   = % orang yang memberikan nilai derajat kesepatan tertentu terhadap dua kelompok sukarelawan setelah berkumur dengan larutan uji
N (IT)     = % orang yang memberikan nilai derajat kesepatan tertentu terhadap dua kelompok sukarelawan setelah berkumur dengan larutan tanin 1% b/v

No comments:

Post a Comment