Sunday, June 28, 2015

Piracetam



Piracetam
Indikasi
Myoclonus kortikal, defisit kognitif, insufisiensi serebrokortikal yang responsif terhadap pirasetam : alkoholism, vertigo, CVA (cerebrovascular accidents), dyslexia, gangguan perilaku pada anak dan sesudah trauma atau pembedahan.
Walaupun di beberapa negara pirasetam digunakan untuk menangani gangguan kognitif dan demensia, hasil kajian sistematik tidak mendukung penggunaan pada kasus ini. Pada pasca stroke, pirasetam mungkin bermanfaat jika diberikan dalam waktu 7 jam pasca stroke, dan tidak mempengaruhi hasil jika diberikan dalam waktu 12 jam pasca stroke.

Dosis
Oral: Terapi tambahan pada myoclonus kortikal: 7,2 g/hari dalam 2-3 dosis ditingkatkan jika perlu, maks 20 g/hari.
Untuk meningkatkan fungsi kognitif: sampai dengan 2,4 g/hari dalam 2-3 dosis, dalam keadaan parah dosis s/d 4,8 g/hari.
Pada kasus yang parah pemberian dapat secara IV/IM: 1-2 g/hari 3 kali sehari.
Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan sampai dengan sedang, maka dosis harus dikurangi

Farmakologi
Mempengaruhi metabolisme otak dengan cara meningkatkan metabolisme glukosa atau aktivasi nukleotida, metabolisme fosfolipid dan/atau protein. Biovailabilitas hampir 100%. Kadar puncak dicapai setelah 30 menit pemberian PO. Kadar puncak di cairan otak dicapai dalam 2-8 jam.
Vd : 0,6 L/kg. T1/2 : 4-5 jam. Pirasetam terdistribusi baik ke jaringan, dapat melalui sawar darah otak dan plasenta. Ekskresi melalui ginjal dalam bentuk yang tidak berubah

Efeksamping
Hiperkinesia, cemas, depresi, diare, rash, stimulasi SSP, gangguan tidur, pusing, insomnia, somnolen, peningkatan berat badan
Interaksi obat
Dapat meningkatkan prothrombin time pada pemakaian

No comments:

Post a Comment